Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manisnya Berbagi dengan Bisnis Paytren UYM


Ustadz Yusuf Mansur, dai kondang Indonesia yang satu ini tidak hanya fokus pada syiar agama saja. UYM begitu beliau biasa dipanggil, mencari cara bagaimana agar masalah ekonomi tidak menjadi permasalahan umat yang berlarut-larut.

Selain dakwa, UYM mencoba menebarkan bibit entrepreneur yang beliau miliki. Dari kegelisahan ekonomi yang menyita hampir seratus persen pikiran masing-masing pasutri, UYM mencoba mengalihkan fokus tersebut agar usia yang dimiliki tidak habis untuk konflik ekonomi sesama pasangan.

Satu ketika, UYM melakukan tadabur sembari mengamati fenomena masyarakat yang gemar bermain handphone, smartphone, dan menyukai hal-hal yang bersifat praktis. Dari situlah, muncul ide pendirian paytren pada tahun 2013 dengan nama PT Veritra Sentosa Internasional.

Paytren adalah layanan yang memiliki fungsi tidak jauh berbeda dengan paypall, ATM dan juga kartu belanja lain.

Saat ini Paytren telah menjangkau seluruh area Indonesia dan juga telah hadir di 17 negara baik negara Asia maupun lintas benua. Dalam sebuah wawancara dengan media massa, UYM mengutarakan sebuah analog, 

“Jika kalian melihat gajah satu dan gajah lain bertarung, maka jangan hanya asyik melihatnya saja, tetapi cobalah menjadi gajah baru yang siap tempur”.

Ini berarti UYM menyemangati kita bagaimana agar bisa menjadi pribadi yang mandiri baik secara spiritual maupun material.

Tidak munafik bahwa meski materi bukan hal utama tetapi tidak ada yang bisa dilakukan tanpa uang, dari impian sekecil apapun kita perlu materi tersebut untuk mewujudkan apa yang diinginkan. Termasuk untuk membuat yayasan, panti asuhan dan panti jompo, rumah yatim, dan untuk bersedekah.

Saat Rasulullah SAW masih hidup, beliau bersabda bahwa jarak antara waktu kala itu dengan kiamat seperti jarak jari telunjuk dan jari tengah. Dengan begitu, saat ini adalah zaman akhir dimana masyarakat sudah tidak lagi kuat agamanya dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kepuasan material dan libidinal yang diinginkan.

Apa sih yang kita inginkan setelah mati kecuali keberkahan usia saat masih hidup?

Untuk itu, apapun yang dilakukan haruslah tetap berpegang pada nilai kejujuran, keadilan dan kemanusiaan yang tertera dalam pedoman agama.

Boleh tampil menawan bak artis tetapi tetap menepati syariat, hati ingat pada Allah dan mengerjakan apapun yang bernilai ibadah. Tidak seperti bisnis lain, UYM melengkapi bisnis kemitraan paytren dengan layanan sedekah bagi sesama yang membutuhkan. Cukup unik, bukan?

Tidak ada satupun yang tahu dari mana asal bencana yang menimpa diri masing-masing. Kita bisa mengembalikan hal ini kepada pertanyaan berikut


“Sudah sesuaikah apa yang kita jalani setiap hari dengan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan?”.

Jika dalam prinsip ekonomi keuntungan harus didapatkan semaksimal mungkin dengan tidak membelanjakannya untuk keperluan lain yang tidak perlu, tidak demikian halnya dengan nilai-nilai agama dan juga kemanusiaan yang mewajibkan untuk berbagi.
UYM menerapkan sistem sedekah pada bisnis paytren agar,  

  • Pertama, menyadarkan diri pribadi bahwa di luar sana ada yang tidak ditakdirkan menjadi ciptaan sesempurna kita (mitra bisnis paytren). Kesempurnaan itu tidak lepas dari sunnatullah atau hukum alam dimana ada manusia yang lahir sempurna dan lahir dengan beragam kecacatan fisik. Kesempurnaan itu haruslah dibayar mahal. Melalui kesempurnaan yang kita miliki, kita harus bekerja ekstra dan beribadah lebih baik dari mereka. Ikhitar dan ibadah yang khusyu’ adalah bukti syukur atas apa yang kita miliki.
  • Kedua, menyadarkan diri bahwa kita yang lahir sempurna yang mendapatkan rezeki berlimpah dari Allah melalui bisnis paytren, adalah tangan-tangan Allah yang diantarkan untuk saudara-saudara yang kurang mampu, miskin, cacat, yatim piatu, jompo, sabilillah, ibnu sabil dan lain sebagainya. Dari apa yang kita dapatkan, ada hak mereka yang tidak menikmati kesempurnaan seperti yang kita rasakan.
  • Ketiga, sistem sedekah dalam bisnis paytren (dan juga bisnis lain) adalah cara mencuci harta berlimpah yang kita dapatkan. Pencucian itu tujuannya adalah untuk melatih sifat dermawan pada diri agar menjadi pribadi yang lebih positif.

Salah satu kemungkinan datangnya cobaan adalah dari apa yang dimakan. Jika makanannya berasal dari uang yang haram maka tidak akan membawa keberkahan pada hidupnya dan menimbulkan beragam penyakit serta emosi yang tidak stabil.

Beda halnya dengan makanan yang bersumber dari pekerjaan yang halal dan sudah dikeluarkan hak orang lain atas rejeki yang didapatkan, seperti yang kita tahu bahwa sifat kikir adalah sifat tercela yang membuat hubungan sesama manusia merenggang dan juga tidak menunjukkan tawakkal di mata Tuhan.

Manisnya bisnis halal dengan paytren akan Anda rasakan berkahnya setelah bergabung dengan bisnis yang tidak hanya menomorsatukan keuntungan ini.

Bisnis paytren adalah bisnis yang mengkombinasikan dakwah dengan entrepreneurship dengan goal menjadi pribadi yang lebih positif dari hari ke hari.

Jika pebisnis lain lupa (baik sengaja atau tidak) dalam menyisihkan kewajibannya, paytren sama sekali berbeda.

Bahkan, dari sistem yang dirancang pun, sedekah telah menjadi prioritas layanan yang akan menjadi keberkahan bagi pendapatan pribadi dan untuk menjaga hubungan dengan sesama manusia. Ingin cari bisnis yang berkah? Paytren jawabannya!

Posting Komentar untuk "Manisnya Berbagi dengan Bisnis Paytren UYM"